Pada pertemuan yang digelar 15 Agustus 2024 di Kementerian Pekerja Migran Indonesia (KPMI), Ketua Pilar Wellskin, Annie Savitri dengan Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani. membahas langkah strategis untuk memajukan posisi pekerja migran Indonesia (PMI) di bidang wellness, spa, dan kecantikan sebagai skilled workers di pasar global, khususnya di negara-negara fokus seperti Timur Tengah, Singapura, dan Malaysia. Salah satu poin utama yang dibahas adalah penyederhanaan alur job order untuk mempercepat proses penempatan pekerja terlatih sekaligus memastikan transparansi. Namun, tantangan besar masih muncul dari rendahnya minat generasi muda akibat persepsi negatif orang tua yang menganggap profesi ini kurang bergengsi. Untuk mengubah stigma ini, diperlukan kampanye masif yang menyoroti potensi penghasilan tinggi, pelatihan bersertifikat, serta peluang karier jangka panjang di dalam dan luar negeri.
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi melalui skema government-to-business (G2B), business-to-business (B2B), dan business-to-individual/mandiri, guna memastikan distribusi informasi dan penempatan kerja yang lebih merata. Selain itu, dibahas pula pentingnya sinergi antara asosiasi profesi, pelatihan vokasi, dan KPMI dalam menjaga standar kualitas SDM. Salah satu terobosan penting yang diusulkan adalah penerapan sertifikasi kompetensi nasionalsebagai satu-satunya pengakuan keahlian PMI, menggantikan sertifikat dari lembaga non-terakreditasi yang kerap memicu masalah di negara tujuan. Dengan kebijakan ini, diharapkan PMI tidak hanya lebih kompetitif, tetapi juga terlindungi dari praktik eksploitasi dan penipuan. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan migran yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.


